Peluang Usaha Budidaya Sayuran Hidroponik


Sayuran Hidroponik  adalah sayuran yang ditanam dengan tidak menggunakan tanah sebagai media utamanya, melainkan digantikan oleh media air yang diberi berbagai nutrisi. Sayuran hidroponik lebih mudah dikendalikan dari serangan hama dan juga proses pencahayaannya mudah karena tidak 5menggunakan tanah.  Sayuran hidroponik  merupakan salah satu sayuran yang metodenya tidak menggunakan pestisida maupun herbisida yang beracun, sehingga metode hidroponik sangat ramah lingkungan. Sehingga sayuran yang dihasilkan pun sehat.

Sayuran hidroponik apabila ditinjau dari segi kesehatan, hasil dari sayuran hidroponik sangat sehat. Karena dalam proses penanamannya tidak menggunakan pestisida maupun herbisida yang merupakan keduanya adalah bahan kimia, karena bahan kimia pasti mempunyai racun yang dapat berbahaya bagi tubuh kita. Proses bercocok tanam dengan metode hidroponik tidak memerlukan penyiraman dengan air, hal tersebut membuat sayuran yang dihasilkan lebih awet tahan lama dan segar.  Oleh karena itu bisnis sayuran hidroponik menjadi peluang usaha yang menjanjikan karena pengolahannya yang praktis.

Keuntungan untuk hasil panen dari sayuran hidroponik ini adalah tanaman lebih hijau, segar, awet, tidak mudah menguning, serta sayuran lebih sehat karena bersifat organik. Sebab selama masa tanam, sayuran tidak menggunakan pupuk kimia dan pestisida dan hanya menggunakan limbah dari kolam sebagai pupuk alaminya.

Media tanam hidroponik memiliki banyak jenis, tidak hanya menggunakan air saja, tetapi juga dengan menambahkan berbagai macam media untuk menunjang pertumbuhan sayuran agar lebih baik. Salah satu jenis media tanam hidroponik yang saat ini sedang digemari banyak orang karena keefektifan nya yaitu media rockwool.

Cara Menanam Hidroponik Dengan Rockwool

    Rockwool merupakan salah satu media tanam yang biasanya digunakan dalam cara menanam  hidroponik dan terbuat dari batuan basal yang sebelumnya sudah dipanaskan dengan suhu sekitar 1600 oc. Dengan proses tersebut, batuan yang tadinya keras dan padat menjadi semacam serat yang hampir menyerupai spon berbentuk kubus.

Pemilihan Rockwool

    Langkah pertama yang harus  lakukan agar benih sayuran yang nanti ditanam dapat tumbuh dengan baik yaitu pemilihan media tanam  rockwool. Rockwool yang dimaksud yaitu rockwool dengan kualitas yang baik dan tidak cacat. Manfaat yang bisa didapatkan ketika menanam dengan menggunakan media tanam rockwool yaitu :

    Rockwool merupakan media tanam yang memiliki banyak pori- pori, sehingga dapat menyimpan air lebih baik dari media tanam lain. Dengan ini  tidak perlu sesering mungkin menyiram sayuran. Dengan tingkat sterilitas yang tinggi pada rockwool, maka tidak perlu khawatir dengan adanya hama, jamur, hingga bakteri yang dapat menyerang sayuran. Banyaknya pori- pori yang ada pada rockwool, benih yang ditanam akan tumbuh dengan mudah sehingga tidak perlu melakukan proses penggemburan layaknya menanamnya di media tanah.

Pemotongan Rockwool

    Pertama  dianjurkan untuk menyiapkan wadah semai berupa tray plastik ataupun pot- pot kecil. Ukur  rockwool dengan ukuran 2x2x3cm dan potong menyerupai balok menggunakan gergaji. Berilah lubang kecil di setiap potongan untuk meletakkan benih sayuran yang akan  semai dengan kedalaman sekitar 1 hingga 1,5cm. Pastikan pada setiap balok rockwool hanya memiliki satu lubang tanam saja dan tata di atas tray semai ataupun masukkan ke dalam pot- pot kecil yang sudah  siapkan.

Penyemaian Benih Menggunakan Rockwool

    Langkah selanjutnya dalam cara menanam hidroponik dengan rockwool yaitu dengan menyemai benih yang  ditanam. Pada satu tray media semai,  bisa menanam lebih dari satu jenis sayuran yang  inginkan.

Cara penyemaiannya yaitu:

1.   Pertama setelah  menata rockwool dan melubangi bagian tengahnya, masukkan benih sayuran ke dalam lubang semai secara perlahan agar rockwool tidak rusak.

2.   Pastikan  hanya memasukkan satu buah benih ke dalam satu lubang tanam dan hindari memasukkannya lebih dari satu buah karena akan mengganggu penyerapan nutrisi oleh akar sayuran .

3.   Basahi rockwool dengan air hingga cukup basah dan lembab, lalu tutuplah media semai.

4.   Untuk penutup media semai,  dapat menggunakan kresek berwarna hitam ataupu kain yang gelap. Ini bertujuan agar benih cepat bertunas.

5.   Letakkan media semai tersebut di dalam ruangan yang memiliki pencahayaan kurang ataupun tidak terkena sinar matahari secara langsung.

 

Perawatan Bibit Sayuran

    Untuk perawatan sayuran hidroponik yang ditanam menggunakan rockwool sangat mudah, berbeda dengan Cara Budidaya Rumput Laut, dan tidak perlu menghabiskan biasa macam- macam seperti biaya pembelian pupuk ataupun obat jamur pada sayuran.

    Hal ini karena berbeda dengan media tanam lainnya, dengan menggunakan media rockwool  tidak perlu melakukan pemupukan pada proses penyemaian. Dan untuk merawat sayuran pada media rockwool  hanya perlu menjaga kelembaban media saja.

Menjaga Kelembapan Sayuran

    Setelah masa semai berlalu yaitu tunas benih sayuran sudah tumbuh dengan    ketinggian kurang lebih 3 hingga 5cm,  sudah bisa melepaskan penutup pada media tanam dan meletakkan bibit sayuran tersebut di ruangan dengan penyinaran cukup.

    Jika kelembaban pada media rockwool sudah mulai mengering,  bisa mulai menyiramkan air dengan cara menyemprotnya dengan spray. Hanya dianjurkan melakukan penyiraman jika media tanam sudah mulai mengering untuk menjaga kelembabannya.

    Untuk pertumbuhan tunas dan penyiraman sayuran tergantung pada jenis benih yang  tanam. Hal ini karena setiap sayuran juga memiliki sistem penyerapan nutrisi yang berbeda dengan perawatan penyiraman yang berbeda pula, akan lebih baik jika itu merupakan salah satu jenis sayuran sayur.

Pemindahan Sayuran

    Langkah terakhir dalam cara menanam sayuran hidroponik dengan rockwool yaitu pemindahan sayuran. Sebenarnya  juga bisa menanam sayuran dengan rockwool tanpa melakukan pemindahan. Namun akan lebih baik jika  bisa memindahkan sayuran untuk ditanam di tempat pilihan  seperti di kebun, halaman ataupun pekarangan rumah .

    Berbeda jika  melakukan cara menanam pada umumnya, dengan menggunakan media rockwool  tidak perlu memisahkan bibit dari media tanamnya. Sayuran daun yang bisa ditanam dengan cara hidroponik, contohnya adalah selada, bayam, sawi, kangkung, kailan, dan sebagainya. Untuk sayuran buah contohnya yaitu tomat, timun, terong, cabai, pare, dan sebagainya.

Pemanenan Sayuran Hidroponik

    Untuk masa panen, tiap sayuran memiliki waktunya masing-masing. Untuk sayuran umumnya dapat dipanen pada hari ke-27 hingga hari ke-80 sejak  melakukan proses penyemaian. Khusus untuk sayur bayam dan kangkung, pemanenan dapat dilakukan sebanyak 3 kali.

 

Studi Kelayakan Bisnis

1.   1. Aspek Hukum
    Dalam menjalankan suatu usaha harus memenuhi aspek hukum mendirikan badan usaha antara lain akta notaris dan surat izin usaha perdagangan, NPWP, izin lokasi, dll.
2.   Aspek Ekonomi
    Dalam mendirikan usaha harus memiliki modal, tenaga kerja, kemampuan atau skill, dan perusahaan serta ushaa harus mampu meningkatkan pendapatan per kapita.
3.   Aspek Budaya
    Usaha budidaya sayuran hidroponik harus memiliki dampak positif terhadap adat istiadat yang ada di lingkungan sekitar tempat usaha berdiri.
4.   Aspek Pasar dan Pemasaran
    Target pasar utama adalah swalayan, dikarenkan banyak konsumen di swalayan yang minat dengan sayuran yang sehat dan higenis seperti sayuran hasil budidaya hidroponik. Selain swalyan kafe dan restoran menjadi target pemasaran. Pemasarannya dilkakukan dengan menjadi pemasok sayuran hidroponik di swalayan, kafe/ restoran. Selain itu juga bisa dilakukan pemasaran secara online dengan menjualnya melalui media sosial.
5.   Aspek Teknis dan Teknologi
    Dalam aspek ini, pelaku usaha sayuran hidroponik membudidayakan sayuran hidroponik dengan berbagai peralatan yang mudah dijangkau. Bahkan bisa menggunakan barang barang bekas sebagai tempatnya agar dapat menghemat biaya. Dan untuk pemasaran sayuran hidroponik sendiri juga dapat menggunakan teknologi komputer/gadget, yaitu dengan menjual melalui media sosial agar dapat memperbesar peluang dalam mendapatkan konsumen.
6.   Aspek Manajemen
    Pelaku usaha sayuran hidroponik harus dapat memahami serta melakukan dengan sebai mungkin manajemen produksi sayuran hidroponik seperti masa tanam, masa panen, bahan dan peralatan yang digunakan. Pelaku usaha juga harus dapat memahami manajemen sumberdaya yang ada. Seta harus dapat memahami dan menerapkan manajemen pemasaran dengan baik.
7.   Aspek Biaya
    Modal yang kita punya di alokasikan untuk pembelian alat-alat yang dibutuhkan untuk tanam hidroponik. Bisa dikatakan alat-alat tersebut paten atau bisa digunakan kembali. Biaya yang selaku berganti yaitu untuk biaya pembelian bibit sayuran yang akan kita tanam, misalkan cabai, terong, timun, buncis, selada, atau jenis sayuran lainnya yang dipilih.
Namun, keuntungan dalam berbisnis hidroponik juga sangat menggiurkan. Misalkan saja kita tanam selada. Sayuran hijau ini selalu dibutuhkan oleh restoran-restoran besar, perhotelan, rumah tangga sampai dengan warung kecil. Oleh karena itu harga sayuran ini juga mahal. 

    Dengan melakukan budidaya sayuran hidroponik sebagai peluang usaha, maka hal teresebut dapat membantu sisi pereonomian masyarakat. Meninjau sayuran hidroponik harganya juga lebih mahal daripada sayuran biasa dan pembudidayaannya pun tidak membutuhkan lahan yang luas. Jadi sangat cocok untuk dijadikan sebuah usaha.

 

 

 

 

Komentar